RUANGPOJOK.COM – Kabupaten Cianjur kembali dilanda banjir besar yang merendam permukiman, merusak infrastruktur, dan mengganggu aktivitas warga.
Bencana ini menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap perencanaan pembangunan dan tata ruang di wilayah tersebut.
Alih fungsi lahan hijau yang masif, pelanggaran zonasi, serta pengawasan proyek yang lemah dianggap memperparah dampak banjir.
Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Agus Rama, mengkritik kegagalan tata kelola lingkungan yang menjadi akar masalah banjir.
“Banjir di Cianjur adalah bukti kegagalan infrastruktur dan lemahnya tata kelola lingkungan. Ini adalah peringatan agar pembangunan lebih memperhatikan dampak ekologis,” ujar Rama, Sabtu malam, 26 April 2025.
Menurutnya, Kerusakan dan pendangkalan sungai disebut sebagai faktor utama yang memperburuk situasi.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi, Asep Aripin, menyatakan kesiapan organisasinya bersinergi dengan Kapolres…
RUANGPOJOK.COM - Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan Forkopimda, tokoh agama,…
RUANGPOJOK.COM - Pesisir Pantai Palabuhanratu yang menjadi wajah wisata Kabupaten Sukabumi kembali dihadapkan pada persoalan…
RUANGPOJOK.COM - Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menegaskan komitmennya menghadirkan kepolisian yang humanis, transparan, dan dekat…
RUANGPOJOK.COM - AKBP Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H. resmi menjabat Kapolres Sukabumi menggantikan AKBP Samian.…
RUANGPOJOK.COM - Komisi III DPRD Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Bank BJB Syariah Cabang…