“Bupati sudah menyatakan tidak akan mengintervensi PGRI. Maka seharusnya, Kordik juga tidak melakukan tekanan terhadap kami sebagai pengurus,” lanjutnya.
Proses demokratis menjadi harapan utama para pengurus dan anggota PGRI di Kabupaten Cianjur. Mereka berharap pemilihan berlangsung transparan tanpa pengaruh pihak mana pun.
“Kami ingin pemilihan ini berjalan dengan asas demokrasi dan tanpa intervensi pihak mana pun,” tutupnya.
Menanggapi tuduhan intervensi, Sahidin, Kordik Haurwangi, memberikan bantahan keras. Ia menyebut bahwa klaim adanya tekanan tidak berdasar.
“Kordik tidak pernah mengintervensi, tidak ada itu, apalagi sampai dipindahkan (hoax). Silakan kalau ada bukti, laporkan melalui induk organisasi PGRI,” tegas Sahidin melalui saluran telepon pada Jumat, 16 Mei 2025.
Sahidin menegaskan bahwa pemilihan Ketua PGRI Kabupaten Cianjur dilakukan sesuai aturan AD-ART, di mana suara pengurus ranting dan cabang menjadi mandat dari anggota.
Ia berharap proses pemilihan dapat berlangsung kondusif dan menghasilkan pemimpin yang profesional serta berkualitas.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…