“Tahun baru sebaiknya menjadi momentum introspeksi dan kepedulian lingkungan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Cianjur, kata Wahyu, telah menginstruksikan camat, kepala desa, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan saluran air, gorong-gorong, dan aliran sungai berfungsi optimal.
Alat berat juga disiagakan di sejumlah titik rawan longsor dan banjir.
Wahyu menyoroti maraknya penebangan pohon dan pembukaan lahan pertanian di kawasan hutan serta lereng bukit.
Aktivitas tersebut dinilai memperparah risiko bencana akibat perubahan jalur air dan penyempitan sungai.
“Penebangan tanpa izin harus dihentikan. Kami akan meningkatkan patroli dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Cianjur mewajibkan seluruh kecamatan dan desa melakukan penghijauan melalui penanaman pohon dan tanaman keras di wilayah rawan bencana.
“Setiap desa wajib menjaga jalur air dan melakukan penanaman pohon,” pungkasnya. (Red/Ujang)
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…