Para peserta mendapat pelatihan praktik, mulai dari teknik menulis, memotret, membuat video, hingga strategi menggunakan media sosial.
Materi ini dinilai penting karena desa sering menghadapi hoaks dan misinformasi dalam pelayanan publik.
“Desa yang melek media dapat memberi layanan lebih baik dan terhindar dari salah komunikasi,” tutur Ikhsan.
Ia menambahkan pelatihan ini mendorong peningkatan akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat.
PWI Cianjur berencana membuka pelatihan dalam beberapa klaster agar seluruh kecamatan dapat berpartisipasi.
Desa juga didorong untuk segera mengimplementasikan materi, seperti membuat website resmi atau mengelola media sosial secara rutin.
“Manajemen konten harus transparan dan dievaluasi secara berkala,” pungkas Ikhsan.
Pemateri dalam Desanara V juga diisi oleh Wakil Ketua DPRD Cianjur dari Partai PDIP, Susi Susilawati, serta Ketua Apdesi Kabupaten Cianjur, Beni Irawan.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…