Dari total 369 PKBM, sebanyak 347 lembaga telah menerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
“Data ini membuktikan PKBM di Cianjur sedang bertransformasi. Kami tidak lagi dipandang sebagai lembaga alternatif, tetapi sebagai institusi pendidikan profesional yang diakui negara,” kata Deni.
Ia menambahkan, FK PKBM yang berdiri sejak 29 Desember 2002 di tingkat pusat kini semakin solid di Cianjur sebagai wadah pendidikan kesetaraan, kursus keterampilan, dan pemberdayaan masyarakat.
Selama tiga hari, peserta Bimtek menerima materi pengelolaan keuangan akuntabel, strategi kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, serta penguatan kepemimpinan lembaga.
Pemerintah daerah juga menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan PKBM agar lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Salah satu pengelola PKBM dari Kecamatan Cilaku mengaku optimistis dengan arah kebijakan tersebut.
“Sekarang kami punya peta jalan yang jelas. Kami tidak hanya belajar menyusun laporan, tetapi juga memperkuat peran PKBM sebagai rumah belajar yang berkualitas,” ujarnya.
Pemkab Cianjur menargetkan konsep “Sekolah Berdaya” mampu menjadikan PKBM sebagai pusat pembelajaran mandiri dan inovatif.
Transformasi ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur pada 2026.
Page: 1 2
RUANGPOJOK.COM - Warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten…
RUANGPOJOK.COM - Kapolsek Mande memberikan pembinaan kepada siswa SDN Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah…
RUANGPOJOK.COM - Polisi menyelidiki dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa kelas I SDN Cibalagung, Desa…
RUANGPOJOK.COM - Musim kemarau selama lebih dari 40 hari memicu krisis air bersih di Desa…
RUANGPOJOK.COM - Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengajak masyarakat…
RUANGPOJOK.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi mencabut laporan terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.…